Teruntuk : Mentari Penghapus Luka Pelukis Lara
Mungkin semua hanya perihal waktu. Meskipun telah selama ini berlalu, sepertinya semua tak kunjung terhapus dari memoriku. Bahkan, semakin hari semua semakin rancu. Harus sekuat apa lagi aku? Harus berbuat seperti apa lagi aku? Mungkin definisi bertahan tak hanya perihal tentang menunggu kabarmu, namun juga tentang kesabaranku untuk kehilangan sosokmu, begitu? Definisi berjuang juga bukan hanya tentang bertahan menunggumu, namun juga tentang berjuang untuk melupakanmu? Bukan kah harusnya seperti itu? Dunia memang cukup adil sepertinya… Ada hitam ada putih, ada angin ada api, ada yang harus diterima kedatangannya seperti fajar, dan ada yang harus diikhlaskan kepergiannya seperti senja. Oh ayo lah… Aku tidak sekuat langit untuk menyambut kedatangan dan merelakan kepergian mentari sesering itu, berhenti lah menjadi sosok mentari itu dalam hidupku! Aku mohon… Kau pikir apa aku? Terlalu besarkah gengsi yang menyarang di dadamu? Terlalu risihkah dengan semua kelakuanku? Maaf saja, beg...