Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Derita Untukmu

     Aku tau bagaimana lelahnya menunggu. Aku tau beratnya rasa rindu. Dan aku tau betapa pahitnya semua itu. Tapi maaf, aku tetap saja harus membuatmu begitu.      Malam sendu mulai gerimis, ketika hati ini semakin terasa teriris. Walaupun seharusnya kamu yang menangis sebab aku yang selalu membuatmu tertepis.      Kamu tau? Ini aku yang berkata "Aku sayang padamu" . Tapi bahkan aku tak sanggup tuk memperjuangkanmu. Waktu kini tak dapat mendukungku dan malah semakin membuat jarak antara aku dan kamu.      Bahkan sebab aku, aku juga merasa cemburu. Aku lupa bagaimana rasamu kepadaku. Aku takut kamu tak lagi mencintaiku. Padahal, sampai saat ini aku tau kamu masih mempertahankan aku.      Kamu cinta, yang selalu ku buat terluka. Yang tak ada habisnya ku buat kecewa. Yang semakin sakit ku buat hatimu menderita, ketika semakin dalam rasa ingin saling bersama.      Te...

Dia

     Dulu, aku tak pernah terpikir untuk dapat jatuh hati sedalam ini pada sosok lelaki. Maksudku, aku tak menyangka kini aku dapat begitu tergila-gila olehnya. Bahkan bermimpi di milikinya aku tau jawabannya pasti "Aku Tak Mampu" . Tapi nyatanya, kini?      Aku berada dalam dekapan rindu yang selalu bergejolak kala hati tak dapat menemukannya bahkan walau hanya beberapa menit pun. Aku berada dalam kekesalan yang hebat ketika lagi-lagi aku tak dapat mengerti dirinya. Aku berada dalam jurang yang begitu dalam kala aku tau dia berusaha tegar di hadapanku walau kembali kutoreh luka di hatinya.      Terkadang aku selalu ingin menjadi selayaknya dia. Si pelukis senyum di bibirku, si perusak menitku, si penenang hatiku, si pencuri kekhawatiranku, si pengalih duniaku, dia, si pemeran utama dalam hidupku.      Tapi, sepertinya aku terlalu bodoh dan tak pantas untuk berada di sisinya. Karena seharusnya sejauh ini ...

Semua tentang Kamu

Menyadari setiap detik yang berlalu tanpamu, aku pilu. Kembali teringat tentang kisah kita dahulu, Yang akhirnya ku lepaskan demi masa depanku. Sungguh, sebenarnya tak sanggup untukku beranjak pergi dari setiap canda guraumu. Meninggalkan segala suka dan duka kita yang telah berlalu. Menjadikannya hanya sebagai untaian nada di lubuk hati yang membisu. Namun kini, aku hanya bisa menatapmu dari jauh. Menguatkan sendiri hatiku yang kembali terasa rapuh. Bersama senyummu yang membuat hatiku terluka. Tanpa ada diriku dan kamu masih terlihat gembira. Bukan. Bukan berarti aku tak suka melihatmu bahagia. Tapi... Semua hanya karna bukan aku yang berhasil membuatmu tertawa. Hingga aku tak bisa berhenti tuk berharap, "Suatu saat ketika waktunya telah tiba, Aku dan kamu akan kembali bersama, Dengan hati yang telah memahami cinta, Dan bagaimana seharusnya saling menjaga." Aruyasalsa