Dia

     Dulu, aku tak pernah terpikir untuk dapat jatuh hati sedalam ini pada sosok lelaki. Maksudku, aku tak menyangka kini aku dapat begitu tergila-gila olehnya. Bahkan bermimpi di milikinya aku tau jawabannya pasti "Aku Tak Mampu". Tapi nyatanya, kini?

     Aku berada dalam dekapan rindu yang selalu bergejolak kala hati tak dapat menemukannya bahkan walau hanya beberapa menit pun. Aku berada dalam kekesalan yang hebat ketika lagi-lagi aku tak dapat mengerti dirinya. Aku berada dalam jurang yang begitu dalam kala aku tau dia berusaha tegar di hadapanku walau kembali kutoreh luka di hatinya.

     Terkadang aku selalu ingin menjadi selayaknya dia. Si pelukis senyum di bibirku, si perusak menitku, si penenang hatiku, si pencuri kekhawatiranku, si pengalih duniaku, dia, si pemeran utama dalam hidupku.

     Tapi, sepertinya aku terlalu bodoh dan tak pantas untuk berada di sisinya. Karena seharusnya sejauh ini aku sudah dapat memahami bagaimana dia, pikirannya, dan hatinya, ternyataa?? begitu sulit aku mencoba mengerti alur yang begitu rumit bak Rollercoaster yang selalu mencoba mengejutkan ku di setiap alurnya.

     Tiba-tiba begini, tiba-tiba begitu. Tiba-tiba marah, tiba-tiba mengalah. Tiba-tiba bangga, tiba-tiba kecewa. Tiba-tiba buatku menangis, tiba-tiba buatku tertawa. Dia mampu melakukan semua hal yang tak mampu ku lakukan kembali padanya.

     Cukup! Aku selalu mencoba untuk belajar membuka hati dan hari ku. Lalu Dia? Masih jauh kah lagi jalur ini akan membawaku? kemana? apa yang akan  kutuju? masih adakah begitu banyak hal yang aku tak tau darinya? akankah dia biarkan aku tersesat begitu dalam seorang diri di hatinya? Apakah dia lebih memilih membawaku ke dalam hatinya tanpa sepatah katapun tentang dia?  Tolong, jangan biarkan aku.

     Jangan biarkan aku jatuh dan merasa tak mampu untuk terus menyusuri lajur hidupnya. Jangan biarkan aku lagi-lagi tega melukai hatinya karna aku tak tau bagaimana seharusnya aku bertindak. Sungguh aku tak ingin berhenti untuk mengerti dia, tak ingin berhenti untuk tersenyum bersamanya, tak ingin berhenti untuk berbagi dengannya, dan menulis cerita tentang aku dan dia selamanya.

Akan kah dia tau semua ini untuknya?
Dan akan kah aku dapat melukis lagi senyum di bibirnya?

.............

aruyasalsa
MS11.

Komentar