Jelmaku di Akhir Waktu

Ada kata ragu dalam hatiku saat pertamakali aku mengenalmu. Sebab kenyataannya dari awal aku memang tak ingin membukakan hati untuk siapa pun itu. Aku ingin tenggelam, jauh kedalam diriku sendiri, mengenal siapa aku, dan bagaimana kehidupanku.

Namun kau sudah terlanjur menerobos masuk ke dalam hatiku saat itu. Menyeruakkan segala isi hatiku. Membacanya satu persatu. Mencoba mengerti apapun yang aku simpan rapih di situ. Kau lihat bahagia ku, kau lihat sedih ku, kau lihat cinta, kau lihat luka.

Hingga sampai saat ini,
"Kita sudah sama-sama memulai
Kita sudah sama-sama melangkah
Kita sudah sama-sama terjatuh
Dan kita sudah melakukan semuanya bersama-sama
Kelak suatu saat ketika kita harus saling meninggalkan
Percayalah itu adalah salah satu misi kebersamaan kita
Saat kita harus sama-sama menjauh
Bahkan saat kita harus sama-sama melupakan."

Dan sekarang...
"Aku lah sang penanti waktu, yang memikirkan mu dalam penantianku.
Aku lah sang penanti malam, yang terduduk kelam ketika tak kunjung datang malam bersamamu.
Aku lah sang sendu yang hanya bisa merindumu sembari menunggu."

-aruyasalsa-
*Dalam beratnya kebimbangan

Komentar