Postingan

Fluktuasi Harga Lauk di Pedagang Sayur keliling di Cirebon

Gambar
Halloo Readers Kata Hati Blog!! Masih dalam rangka kuliah Online, jadi kali ini aku mau nunjukin nih fluktuasi harga akibat dampak dari Corona yang ada di Daerah Cirebon selama 10 hari belakangan ini. Simak dulu yuk!! No. Hari/Tgl Telur/kg Ayam/kg Cumi/kg Udang/kg Sapi/kg 1. Sabtu, 4 April  2020 Rp23.000 Rp34.000 Rp40.000 Rp75.000 Rp140.000 2. Minggu, 5 April 2020 Rp23.000 Rp34.000 Rp40.000 Rp75.000 Rp140.000 3. Senin, 6 April 2020 Rp23.000 Rp34.000 Rp40.000 Rp75.000 Rp145.000 4. Selasa, 7 April 2020 Rp23.000 Rp40.000 Rp43.000 Rp75.000 Rp145.000 5. Rabu, 8 April 2020 Rp23.500 Rp40.000 Rp43.000 Rp75.000 Rp145.000 6. Kamis, 9 April 2020 Rp23.500 Rp40.000 Rp43.000 Rp72.000 Rp145.000 7. Jumat, 10 April 2020 Rp23.500 Rp40.000 Rp43.000 Rp72.000 Rp145.000 8. Sabtu, 11 April 2020 Rp24.5...

Dampak Covid – 19 di Jember, Jawa Timur

Gambar
Nama   : Alya Salsabila Puteri Kelas    : A01 Absen  : 22 NIM      : 185080401111002 Hallo readers Kata Hati Blog!!! Untuk pertamakalinya aku sebagai Admin menuliskan blog tentang tugas kuliahku. Gapapa kan ya di sambi dapet pengetahuan.. Jadi kali ini aku mau membahas tentang dapak adanya virus corona atau yang biasa disebut Covid-19 terhadap Perdagangan ikan di daerah Jember, Jawa Timur. Keep Read yaa!! Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Na...

Teruntuk : Mentari Penghapus Luka Pelukis Lara

Mungkin semua hanya perihal waktu. Meskipun telah selama ini berlalu, sepertinya semua tak kunjung terhapus dari memoriku. Bahkan, semakin hari semua semakin rancu. Harus sekuat apa lagi aku? Harus berbuat seperti apa lagi aku? Mungkin definisi bertahan tak hanya perihal tentang menunggu kabarmu, namun juga tentang kesabaranku untuk kehilangan sosokmu, begitu? Definisi berjuang juga bukan hanya tentang bertahan menunggumu, namun juga tentang berjuang untuk melupakanmu? Bukan kah harusnya seperti itu? Dunia memang cukup adil sepertinya… Ada hitam ada putih, ada angin ada api, ada yang harus diterima kedatangannya seperti fajar, dan ada yang harus diikhlaskan kepergiannya seperti senja. Oh ayo lah… Aku tidak sekuat langit untuk menyambut kedatangan dan merelakan kepergian mentari sesering itu, berhenti lah menjadi sosok mentari itu dalam hidupku! Aku mohon… Kau pikir apa aku? Terlalu besarkah gengsi yang menyarang di dadamu? Terlalu risihkah dengan semua kelakuanku? Maaf saja, beg...

Biarlah Semua Telah Usai

Carikan aku tempat yang luas, seluas langit Agar aku dapat berteriak dengan keras, mengeluarkan seluruh rasa yang tak lagi mampu untuk ku pendam. Atau carikan aku tempat yang gelap, segelap dasar samudra Agar aku dapat menangis dengan bebas, menumpahkan segala rasa yang tak sanggup lagi untuk ku simpan. Dan datangkanlah kepadaku hujan deras Agar airmataku tersamarkan oleh setiap tetes rintikannya dan isakku tak terdengar sebab gemuruh petirnya. Sebab nyatanya semakin banyak yang ingin ku ucapkan, semakin tak satu pun kata dapat aku utarakan. Dan meskipun telah ku perjuangkan agar dapat aku tuangkan, nyatanya tak ada wadah yang mampu untuk menampungnya. Lalu aku memilih untuk diam, mengenang dengan tujuan untuk melupakan. Karena merelakan lebih menyesakkan, dari pada menghapus memori yang tak sepantasnya dikenang. Biarlah, semua telah usai. Berlalu terhapus waktu, hilang tertiup angin. -aruyasalsa-

Detik-detik

Bukankah seharusnya tidak ada perpisahan diantara kita setelah semua hari yang kita lalui bersama-sama? Aku tau, dulu di awal kita bertemu, seharusnya aku telah bersiap. Bersiap untuk merelakanmu pergi dalam keadaan apapun. Tapi ternyata? Aku terlalu lalai, terbuai dalam setiap canda dan tawa. Bahkan aku terlampau sedih, tersimpuh saat datangnya duka dan lara. Dan sebentar lagi. Hanya tinggal menghitung hari. Semua hanya akan menjadi memori. Seandainya engkau mengerti, aku hanya takut. Takut untuk kembali merasakan kehilangan. Meskipun aku tau, pertemuan adalah awal dari sebuah perpisahan. Tapi, bukan kah aku masih pantas untuk ingin tak lagi merasakan kesepian? Seandainya waktu itu terulang kembali Percayalah aku akan memilih untuk tidak mengenalmu. Atau aku akan tetap mengenalmu. Tapi  bukan dengan akhir yang seperti ini. Terserah, kamu bebas mengumpatku wanita egois, memang begitu kenyataannya. Sebab seandainya kau tau, hati ini terus menerus merindu. Nyatanya...

Jelmaku di Akhir Waktu

Ada kata ragu dalam hatiku saat pertamakali aku mengenalmu. Sebab kenyataannya dari awal aku memang tak ingin membukakan hati untuk siapa pun itu. Aku ingin tenggelam, jauh kedalam diriku sendiri, mengenal siapa aku, dan bagaimana kehidupanku. Namun kau sudah terlanjur menerobos masuk ke dalam hatiku saat itu. Menyeruakkan segala isi hatiku. Membacanya satu persatu. Mencoba mengerti apapun yang aku simpan rapih di situ. Kau lihat bahagia ku, kau lihat sedih ku, kau lihat cinta, kau lihat luka. Hingga sampai saat ini, "Kita sudah sama-sama memulai Kita sudah sama-sama melangkah Kita sudah sama-sama terjatuh Dan kita sudah melakukan semuanya bersama-sama Kelak suatu saat ketika kita harus saling meninggalkan Percayalah itu adalah salah satu misi kebersamaan kita Saat kita harus sama-sama menjauh Bahkan saat kita harus sama-sama melupakan." Dan sekarang... "Aku lah sang penanti waktu, yang memikirkan mu dalam penantianku. Aku lah sang penanti malam, yang terdud...

Derita Untukmu

     Aku tau bagaimana lelahnya menunggu. Aku tau beratnya rasa rindu. Dan aku tau betapa pahitnya semua itu. Tapi maaf, aku tetap saja harus membuatmu begitu.      Malam sendu mulai gerimis, ketika hati ini semakin terasa teriris. Walaupun seharusnya kamu yang menangis sebab aku yang selalu membuatmu tertepis.      Kamu tau? Ini aku yang berkata "Aku sayang padamu" . Tapi bahkan aku tak sanggup tuk memperjuangkanmu. Waktu kini tak dapat mendukungku dan malah semakin membuat jarak antara aku dan kamu.      Bahkan sebab aku, aku juga merasa cemburu. Aku lupa bagaimana rasamu kepadaku. Aku takut kamu tak lagi mencintaiku. Padahal, sampai saat ini aku tau kamu masih mempertahankan aku.      Kamu cinta, yang selalu ku buat terluka. Yang tak ada habisnya ku buat kecewa. Yang semakin sakit ku buat hatimu menderita, ketika semakin dalam rasa ingin saling bersama.      Te...